Kota Metro - MATTA Institute memberikan catatan serius terhadap capaian Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Metro yang disebut baru mencapai sekitar 12 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Metro perlu melakukan pembenahan serius, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan fokus terhadap kebutuhan masyarakat.
Koordinator MATTA Institute, Yudhistira mengatakan rendahnya capaian pendapatan PBB harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
“Pemerintah harus lebih fokus pada hak-hak rakyat dan kebutuhan masyarakat. Ketika pelayanan berjalan baik, transparansi terjaga, dan pembangunan dirasakan langsung oleh warga, maka kesadaran masyarakat untuk membayar pajak juga akan meningkat,” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan target pendapatan daerah, namun juga menyangkut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menurutnya, Pemkot Metro perlu melakukan pembenahan pada sistem pendataan, sosialisasi, hingga pola pendekatan kepada masyarakat terkait kewajiban pembayaran pajak daerah.
Selain memberikan kritik dan catatan, MATTA Institute juga menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Kota Metro agar dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan maksimal dalam meningkatkan pendapatan daerah demi pembangunan yang lebih baik.
“Ini menjadi momentum bagi Pemkot Metro untuk berbenah. Kami tetap memberikan support agar pemerintah bisa bekerja lebih profesional, lebih baik, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tambah Yudhistira.
Persoalan rendahnya capaian PBB tersebut kini menjadi perhatian publik, mengingat pajak daerah merupakan salah satu sumber penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta program kesejahteraan masyarakat di Kota Metro. ( Red / Dha )
_11zon.jpg.png)
_11zon.jpg.png)