Jawa Tengah — Perayaan Milad Ke-2 Ikatan Spiritualis Indonesia berlangsung sukses, khidmat, dan penuh nuansa kebersamaan pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri para praktisi spiritual, terapis, tokoh budaya, serta anggota ISI dari berbagai daerah.
Acara milad menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarpraktisi spiritual sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah praktisi spiritual menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjaga serta mengembangkan dunia spiritual Nusantara.
Ketua Umum Ki Paku Bumi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara Milad Ke-2 ISI.
“Alhamdulillah acara Milad ISI yang ke-2 berjalan lancar dan sukses. Ini menjadi bukti bahwa persaudaraan dan semangat kebersamaan para spiritualis tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun profesionalisme di kalangan terapis maupun spiritualis agar profesi tersebut semakin dipercaya masyarakat.
“Para terapis dan spiritualis, marilah kita tanamkan profesionalisme.
Terapis profesional dan spiritual profesional harus memiliki tanggung jawab, etika, kompetensi, disiplin, serta komunikasi yang baik,” tegasnya.
Menurutnya, sikap profesional merupakan cara berpikir, bertindak, dan berperilaku yang mencerminkan tanggung jawab, etika, kompetensi, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas sesuai standar dan nilai yang berlaku.
Dirinya menjelaskan, beberapa ciri utama profesionalisme di antaranya bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya, memegang etika, jujur, menjaga kerahasiaan, serta tidak menyalahgunakan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, seorang praktisi juga dituntut kompeten dan disiplin, terus belajar mengembangkan kemampuan, mampu berkomunikasi dengan baik, serta bersikap objektif dalam menjalankan profesinya.
“Mereka yang enggan menanamkan sikap tersebut tentu jauh dari kata profesional.
Profesionalisme dibutuhkan oleh para terapis maupun spiritualis untuk meningkatkan kualitas profesi di mata masyarakat maupun dunia,” lanjutnya.
Ki Paku Bumi juga menegaskan bahwa Yayasan ISI hadir sebagai wadah bagi praktisi yang benar-benar serius, kompeten, dan berkualitas dalam menjalankan profesinya.
“Organisasi kami bukan wadah praktisi gadungan ataupun penipu yang merugikan masyarakat. Jika anda oknum, maka ISI bukan untuk anda,” tegasnya.
Ia menambahkan, organisasi tersebut juga membuka ruang pembinaan bagi para pemula yang ingin belajar secara benar dan terarah.
“Bagi yang masih pemula di bidang praktisi maupun spiritualis, organisasi kami menyediakan sekolah private untuk menunjang kemampuan dan membentuk praktisi yang profesional,” pungkasnya.
Suasana acara berlangsung hangat dengan diisi doa bersama, silaturahmi, pemberian penghargaan, serta ramah tamah antaranggota. Para peserta berharap ISI terus berkembang dan menjadi organisasi yang membawa manfaat positif bagi masyarakat luas di seluruh Nusantara. ( Redaksi )
_11zon.jpg.png)
_11zon.jpg.png)