JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis (15/10/2026). Penunjukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier militer Tandyo yang telah menempuh berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat maupun Kementerian Pertahanan.
Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Putra seorang guru ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 yang mengawali pengabdiannya di TNI Angkatan Darat, khususnya pada satuan tempur.
Karier militernya dimulai dengan penugasan sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma pada 1995. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan komando dan posisi strategis lainnya.
Pada 2006–2007, Tandyo menjabat sebagai Komandan Depo Pendidikan Bela Negara Rindam II/Sriwijaya. Selanjutnya, pada 2011, ia dipercaya memimpin Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma.
Masih pada tahun yang sama, Tandyo mendapat amanah sebagai Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I hingga 2012. Kariernya terus berkembang ketika pada 2014 ia menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana.
Pada 2015, Tandyo dipercaya memimpin Resimen Induk Kodam IX/Udayana serta Resimen Taruna Akademi Militer. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Komandan Korem 142/Taroada Tarogau.
Memasuki 2017, Tandyo bertugas sebagai Perwira Pembantu III/Sopsad. Penugasannya berlanjut pada 2018 sebagai Perwira Pembantu II/Latgab Sops TNI.
Pengalaman Tandyo tidak hanya terbentuk melalui penugasan di lingkungan militer. Ia juga mengemban sejumlah jabatan penting di Kementerian Pertahanan.
Pada 2018, Tandyo dipercaya sebagai Direktur Bela Negara pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan. Kemudian, sepanjang 2019–2021, ia menjabat Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Kariernya di kementerian berlanjut dengan menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan pada 2021–2023.
Setelah menjalani berbagai penugasan tersebut, Tandyo kembali dipercaya memegang komando kewilayahan sebagai Panglima Kodam I/Diponegoro pada 2023–2024.
Pada 2024–2025, ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Selanjutnya, pada 2025, Tandyo diangkat menjadi Wakil Panglima TNI, posisi strategis yang menempatkannya pada jajaran pimpinan tertinggi TNI.
Pangkat Jenderal dan Amanah Baru
Pelantikan Tandyo sebagai KSAD turut diikuti kenaikan pangkat dari letnan jenderal menjadi jenderal. Jabatan baru tersebut menandai kelanjutan pengabdiannya dalam memimpin salah satu matra utama TNI.
Sebelumnya, penunjukan Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI pada 2025 juga menjadi sorotan karena mengaktifkan kembali jabatan tersebut setelah hampir 25 tahun tidak terisi.
Jabatan Wakil Panglima TNI sebelumnya pernah diemban Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi pada periode 1999–2000.
Dengan pengalaman panjang di satuan tempur, komando kewilayahan, pendidikan militer, serta bidang pertahanan, Tandyo kini menghadapi tanggung jawab besar sebagai KSAD. Kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat profesionalisme prajurit, meningkatkan kesiapan operasional, serta menjaga soliditas TNI Angkatan Darat dalam menghadapi tantangan pertahanan yang terus berkembang. ( Red / DBS )
_11zon.jpg.png)
_11zon.jpg.png)