masukkan script iklan disini
BERITA NUSANTARA-Pesisir Barat, Lampung – Menjadi petugas Linmas bukanlah pekerjaa mudah.
Tugas mereka mencakup penyelenggaraan perlindungan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban umum, membantu penanggulangan bencana, serta mendukung kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan di desa.
Begitu pula kader Posyandu, yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kesiagaan, ketekunan, dan dedikasi mereka menjadi tulang punggung roda pemerintahan desa dalam bidang kesehatan masyarakat.
Mengacu pada pentingnya kedua lembaga tersebut, kepala desa atau peratin seyogianya memperhatikan kesejahteraan mereka, termasuk pembayaran honorarium tepat waktu. Sayangnya, praktik tersebut masih jauh dari kenyataan di beberapa desa.
Di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Ngambur, masyarakat menyoroti dugaan ketidakadilan yang menimpa para pengemban tugas Linmas dan kader Posyandu. Menurut keterangan warga dan sumber media di lapangan, para petugas di pekon ini telah lebih dari satu tahun tidak menerima honorarium mereka.
“Sudah lebih dari setahun kami tidak dibayar. Padahal kami tetap melaksanakan tugas, menjaga keamanan, dan melayani masyarakat,” ungkap salah seorang petugas Linmas yang enggan disebut namanya.
Masyarakat berharap pihak peratin segera menyelesaikan persoalan ini dan memberikan hak para petugas sesuai aturan yang berlaku, agar roda pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik dan masyarakat tidak dirugikan. ( Red / Ansori / Hijrah )
_11zon.jpg.png)
