-->

Iklan

🔴 BERITA NUSANTARA
🇮🇩 Portal Informasi Nasional BERITA NUSANTARA • Menyajikan Berita Aktual, Cepat, dan Terpercaya dari Seluruh Indonesia • Informasi Iklan, Kerja Sama & Peliputan Hubungi WA 081279352944 • Bersama BERITA NUSANTARA Mengawal Informasi Untuk Negeri •

Iklan

AIR PAM KOTA METRO DIDUGA BERLUMUT DAN TAK LAYAK KONSUMSI, WARGA PROTES KERAS

Redaksi Berita Nusantara
Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T01:52:59Z

Kota Metro – Kualitas air bersih dari UPT PAM Kota Metro kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. 

Air yang didistribusikan ke pelanggan diduga dalam kondisi tidak layak, dengan keluhan berupa keruh serta adanya indikasi endapan menyerupai lumut di sejumlah titik aliran dan tampungan warga.

Kondisi ini memicu keresahan serius di tengah masyarakat, karena air bersih merupakan kebutuhan utama rumah tangga yang digunakan setiap hari untuk memasak, mandi, dan konsumsi.

Sejumlah warga menilai kondisi tersebut sudah melewati batas kewajaran layanan air bersih dan meminta adanya tindakan cepat dari pihak pengelola.

Salah satu pelanggan, Yudha Saputra, menyampaikan bahwa kualitas air yang diterima sudah sangat meresahkan dan tidak lagi dapat digunakan dengan nyaman.

“Airnya keruh dan terlihat seperti ada endapan. Kami jadi ragu untuk pakai, apalagi untuk kebutuhan makan dan minum,” tegasnya.

Keluhan serupa juga terus bermunculan dari warga lain yang mendesak UPT PAM Kota Metro segera melakukan evaluasi total, termasuk pemeriksaan jaringan pipa dan instalasi pengolahan air.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPT PAM Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penurunan kualitas air tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan uji laboratorium independen dan mempublikasikan hasilnya secara terbuka, guna memastikan keamanan air yang dikonsumsi warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap layanan air bersih di Kota Metro dikhawatirkan akan semakin menurun drastis. ( Red / Yudhis )
Komentar

Tampilkan

Terkini