-->

Iklan

🔴 BERITA NUSANTARA
🇮🇩 Portal Informasi Nasional BERITA NUSANTARA • Menyajikan Berita Aktual, Cepat, dan Terpercaya dari Seluruh Indonesia • Informasi Iklan, Kerja Sama & Peliputan Hubungi WA 081279352944 • Bersama BERITA NUSANTARA Mengawal Informasi Untuk Negeri •

Iklan

Mahasiswa Farmasi di Medan Ditangkap Jadi Bandar Vape Narkoba, Polisi Sita 488 Pod Getar

Redaksi Berita Nusantara
Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T08:10:08Z

Medan– Seorang mahasiswa jurusan Farmasi di Kota Medan, Sumatera Utara, berinisial MZ (21), ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan karena diduga menjadi bandar vape yang mengandung narkotika atau dikenal sebagai pod getar. Saat diamankan, pelaku kedapatan membawa ratusan pod narkoba siap edar.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menegaskan bahwa MZ berperan sebagai bandar dalam jaringan peredaran vape narkoba tersebut.
"Kami pastikan pelaku merupakan bandar narkoba," ujar AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Sabtu (25/7/2026).

Pelaku ditangkap di depan salah satu rumah kos di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, pada Senin (20/7/2026) malam. Saat penangkapan, petugas menemukan satu tas ransel yang berisi ratusan pod getar.

Menurut Rafli, penangkapan MZ merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus serupa di sebuah rumah yang berada di pusat Kota Medan. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebanyak 488 pieces pod getar.

"Kami mengembangkan kasus pod getar yang sebelumnya kami ungkap di sebuah rumah di pusat Kota Medan. Ada 488 pieces pod getar yang kami sita dari pelaku," jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, MZ telah menjalankan bisnis haram tersebut selama sekitar dua bulan. Dalam kurun waktu itu, pelaku tercatat telah delapan kali melakukan transaksi, dengan sebagian pembelinya merupakan mahasiswa.

"Pelaku baru dua bulan menjalankan bisnis haram ini, tetapi sudah delapan kali bertransaksi," kata Rafli.

Polisi menduga pod getar tersebut dipasok dari Malaysia. Saat ini, penyidik masih terus mendalami jaringan peredaran narkoba tersebut, termasuk memburu seorang rekan pelaku yang diduga memiliki peran serupa dan keberadaannya terdeteksi berada di Aceh.

"Saat ini kami sedang mengejar teman pelaku yang juga memiliki peran yang sama. Keberadaannya kami deteksi berada di Aceh. Sementara untuk asal muasal narkoba, kami duga dipasok dari Malaysia," pungkas Rafli.
(Wasinton Hutagalung)
Komentar

Tampilkan

Terkini