METRO– Sektor pendidikan di Kota Metro, Lampung, mendapat kucuran anggaran cukup besar melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2026.
Tercatat, 30 SMP di Kota Metro mendapatkan alokasi Dana BOS 2026 dengan total sekitar Rp13miliar Lebih, Dari jumlah tersebut, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro tercatat sebagai penerima alokasi terbesar dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Besarnya anggaran tersebut mendapat perhatian dari MATTA Institute yang menyoroti pentingnya tata kelola Dana BOS 2026 dilakukan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Yudhistira, Koordinator Daerah MATTA Institute, mengatakan bahwa besarnya anggaran pendidikan harus diimbangi dengan tata kelola yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dana BOS adalah anggaran publik yang penggunaannya harus jelas, terukur dan memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Jangan sampai besarnya anggaran tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan oleh peserta didik,” ujar Yudhistira.
Ia menegaskan, transparansi tidak hanya berhenti pada laporan administrasi, tetapi juga menyangkut keterbukaan dalam perencanaan, realisasi hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran pendidikan yang bersumber dari negara tersebut dikelola.
“Pengawasan harus diperkuat. Sekolah harus mampu menunjukkan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan dan ketentuan. Ini penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan sekaligus menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
MATTA Institute juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan pengawasan terhadap Dana BOS 2026 berjalan optimal, sehingga anggaran pendidikan benar-benar berorientasi pada kepentingan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan di Kota Metro. ( Red / Dha )
_11zon.jpg.png)
_11zon.jpg.png)